Muaro Jambi – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional tahun 2026, masyarakat Desa Pematang Pulai, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, mulai melakukan pembangunan pagar sawah sebagai langkah strategis menghadapi musim tanam padi tahun ini.
Kegiatan ini merupakan inisiatif bersama kelompok tani dan masyarakat setempat guna melindungi lahan pertanian dari gangguan ternak yang kerap merusak tanaman. Pagar sawah diharapkan menjadi solusi efektif untuk menjaga keberhasilan produksi pertanian, khususnya komoditas padi.
Salah satu perwakilan kelompok tani mengungkapkan bahwa kondisi musim tanam tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya ternak milik warga, seperti sapi dan kerbau, yang dibiarkan berkeliaran bebas hingga masuk ke area persawahan.
“Musim tanam kali ini cukup menjadi tantangan bagi kami. Banyak ternak yang dilepas begitu saja sehingga merusak tanaman. Kami berharap selain pembangunan pagar ini, Aparat Penegak Hukum (APH) juga dapat memberikan arahan dan penertiban terkait pengelolaan ternak,” ujarnya.
Lebih lanjut, kelompok tani Desa Pematang Pulai tahun ini juga mengusung program ketahanan pangan reguler dengan target Indeks Pertanaman (IP) 200, yakni pola tanam padi dua kali dalam setahun. Program ini difokuskan pada peningkatan ketersediaan pangan melalui optimalisasi lahan pertanian yang ada.
Dengan penerapan IP 200, para petani didorong untuk meningkatkan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, pola tanam yang tepat, serta pemanfaatan teknologi pertanian yang ramah lingkungan.
Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani serta memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa.
Melalui sinergi antara masyarakat, kelompok tani, dan dukungan dari berbagai pihak, Desa Pematang Pulai optimistis mampu menjadi salah satu wilayah yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Redaksi Jambi24com


Social Plugin