Wabup Junaidi Mahir: Pengelolaan Wakaf Profesional Kunci Sejahterakan Masyarakat Muaro Jambi



MUARO JAMBI – Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi Mahir, menekankan pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam pengelolaan wakaf sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Muaro Jambi masa bakti 2026-2028 di Ruang Pola Kantor Kementerian Agama, Selasa (3/3/2026).

​Menurut Junaidi, wakaf bukan sekadar ibadah jariah personal, melainkan instrumen ekonomi yang luar biasa jika dikelola dengan manajemen yang rapi.

Kalau pengelolaannya rapi dan profesional, wakaf bisa menjadi instrumen luar biasa untuk mengentaskan kemiskinan dan menguatkan ekonomi masyarakat," ujar Wabup Junaidi.

​Meski memiliki potensi yang sangat besar di Kabupaten Muaro Jambi, Junaidi mengakui bahwa pemanfaatan aset wakaf sejauh ini belum sepenuhnya dikelola secara optimal. Ia mendorong pengurus BWI yang baru dilantik untuk melihat wakaf sebagai modal sosial yang dapat menyokong sektor-sektor vital.

​Beberapa sektor prioritas yang dapat didukung melalui dana wakaf antara lain:

  • Pendidikan: Pembangunan sarana belajar dan beasiswa.
  • Kesehatan: Penyediaan fasilitas kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
  • Pemberdayaan Ekonomi: Modal usaha untuk umat melalui skema wakaf produktif.

​Niat yang tulus harus dibarengi dengan manajemen yang kuat. Saya berharap kepengurusan BWI periode ini solid dan mampu memobilisasi dana umat secara amanah," tambahnya.

​Senada dengan Wakil Bupati, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muaro Jambi, Buhri, menegaskan kesiapan pihaknya untuk memperkuat sinergi dengan BWI. Fokus utama Kemenag ke depan adalah pada penguatan aspek legalitas dan edukasi masyarakat.

Langkah strategis Kemenag Muaro Jambi:

  1. Pembinaan Nazhir: Meningkatkan kompetensi pengelola wakaf agar lebih inovatif.
  2. Sertifikasi Tanah Wakaf: Memberikan kepastian hukum atas aset-aset umat.
  3. Peningkatan Literasi: Menggencarkan edukasi melalui KUA di setiap kecamatan.

​"Wakaf bukan hanya soal ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Melalui wakaf produktif, manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan," tutup Buhri.

​Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi pun menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap program-program BWI yang akuntabel dan berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi masyarakat Bumi Sailun Salimbai.


Redaksi Jambi24com